Saturday, 20 April 2013

Tagged under:

(Sajak) Dengan Cinta, Kerja, Harmoni




Dengan cinta, kerja, harmoni
Kita tidak pernah merasa tua
Untuk tetap berusaha
Atau terlampau belia
Untuk menjadi bijaksana

Dengan cinta, kerja, harmoni
Kita tak pernah terlalu ringkih
untuk menebar kasih
Atau terlampau muda
untuk menumpahkan karya

Dengan cinta, kerja, harmoni
Kita menukar gerah menjadi gairah
Meminjam amarah, tuk mengukir prestasi bersejarah

Dengan cinta, kerja, harmoni
Kita lompati riak-riak beda dan benci
Dengan nurani, kita cipta irama padu nan serasi

Dengan cinta, kerja, harmoni
Walau duri merentas kaki
Walau terik mencacah diri
Namun masih tersisa senyum yang luluhkan hati….:) #ihirrr
   
Dengan cinta, kerja, harmoni
Kita rangkul barisan sakit hati, sakit kepala, hingga sakit gigi
Menjadikannya kumpulan ramah hati, sang produsen aksi
  
Dengan cinta, kerja, harmoni
Kita tidak sedang membuka klinik tongfang
Namun menyediakan rumah cinta untuk para pejuang

Dengan cinta, kerja, harmoni
Meski tampang sekuriti, meski hati hello kitty
Tapi kisah dakwah lebih romantis dari Ainun-Habibie…:D  


Dengan cinta, kerja, harmoni
Kita memilih menyalakan lentera
saat yang lain menyalahkan gulita
Melanjutkan mimpi indah dalam shaf-shaf yang terjaga

Dengan cinta, kerja, harmoni
Kita tidak merasa gemuk untuk ikut berlari-lari
Juga tidak tergesa mulia saat banyak berkontribusi
 
Dengan cinta, kerja, harmoni
Lambung-lambung telah jauh dari pembaringan
Kenyang dan nyaman 
bukan lagi kawan perjalanan
 
Dengan cinta, kerja, harmoni
Kita tidak merasa kehabisan akal untuk memberi
Sebaliknya, selalu kehabisan waktu untuk unjuk amalan diri

Dengan cinta, kerja, harmoni
diam-diam seakan pindahkan badai dan lautan
luput terliput oleh hingar-bingar pengakuan

Dengan cinta, kerja, harmoni
Kita bukanlah si buas pengejar jabatan
kita sahabat insan, pengemban misi kemanusiaan

Dengan cinta, kerja, harmoni
Kita sibak kanvas-kanvas duka bangsa  
Melukisnya kembali dengan warna-warni syurga

Dengan cinta, kerja, harmoni
Kita persembahkan negeri tumpah darah
Menjadikannya sepenggal firdaus untuk Indonesia
  
@fauzulazmifahri


1 komentar:

  1. Terima kasih untuk sajak dengan cinta, kerja, dan harmoni. Semakin sukses untuk karya lainnya dan semakin banyak pengunjung tiap harinya.

    ReplyDelete